Universitas PGRI Mpu Sindok turut berpartisipasi dalam kegiatan Forum Perangkat Daerah dan Rencana Kerja (Renja) Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Porabudpar) Kabupaten Nganjuk yang diselenggarakan pada Kamis, 5 Januari 2026, bertempat di Aula Dinas Porabudpar Kabupaten Nganjuk. UPMS diwakili oleh Muhammad Shohiburrida, M.Pd., sebagai bentuk kontribusi akademisi dalam perencanaan pembangunan daerah.
Forum Perangkat Daerah ini menjadi momentum krusial dalam menyelaraskan Rencana Kerja Dinas Porabudpar menyongsong tahun 2027 melalui kolaborasi multipihak yang inklusif. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari komunitas kesenian, penggiat pariwisata dan pemberdayaan masyarakat, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, hingga kalangan akademisi, guna merumuskan arah kebijakan yang sinergis dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, dibahas sejumlah maksud dan tujuan strategis, antara lain sinkronisasi usulan program dari berbagai elemen agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan, validasi akademis terhadap draf rencana kerja guna meningkatkan kualitas inovasi di sektor pemuda, olahraga, dan kebudayaan, serta penguatan ekosistem lokal melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan perguruan tinggi. Selain itu, forum ini juga menekankan pentingnya pencapaian indikator kinerja yang responsif terhadap kebutuhan pengembangan sumber daya manusia dan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.
Secara keseluruhan, Forum Perangkat Daerah Renja Dinas Porabudpar Kabupaten Nganjuk menyongsong tahun 2027 telah berhasil menyepakati arah kebijakan strategis dengan proyeksi anggaran sekitar Rp5,6 miliar yang difokuskan pada penguatan sektor kebudayaan dan kepariwisataan. Beberapa poin penting yang dibahas meliputi modernisasi sarana dan prasarana, seperti penataan Museum Tritik berstandar nasional dan rencana pembangunan Museum Keris, evaluasi tarif wisata yang berimbang dengan peningkatan fasilitas, serta penyederhanaan perizinan bagi komunitas seni jaranan dan reog.
Selain itu, forum juga mendorong upaya pelestarian budaya lokal melalui penghidupan kembali Wayang Timplong, optimalisasi promosi digital dengan melibatkan influencer, serta penguatan edukasi wisata bagi pelajar. Diharapkan, melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, akademisi, dan berbagai komunitas, ekosistem pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Nganjuk pada tahun 2027 dapat tumbuh menjadi destinasi yang inovatif, berdaya saing, dan tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal.
